Oleh: fahrymuda | Januari 8, 2010

PEMIMPIN DAN PEMIMPI

INOVASILAH YANG MEMBEDAKAN PEMIMPIN DENGAN PENGIKUTNYA.

Lokomotif Kepemimpinan

Lokomotif

Bahwa pemimpin selalu berada diteras depan dalam mendorong gerak maju organisasi untuk menarik maju antrian beban dan penumpangnya. Laksana lokomotif yang menempati bagian terdepan dari lintasan rel. Pemimpin selalu memiliki kekuatan besar untuk menerobos jalan yang dilewati. Organisasi adalah rangkaian panjang kereta api yang ditarik dengan tuas-tuas kewenangan dan dipacu dengan motivasi. Energi kepemimpinan tidak boleh habis dimanapun keadaan yang ada, agar perjalanan tidak sampai mandek dan berhenti. Bahan bakarnya selalu terisi dan terisi ulang disetiap perhentian. Tujuannya jelas, kota yang terdaftar dalam rute panjang perjalanan. Pemimpin mesti memiliki agenda detail tentang waktu, tujuan, daftar kelaikan dan memahami psykology penumpang yang ikut bersama perjalanannya. Pemimpin harus disiplin dengan aturan dan tata perjalanan organisasi yang ditariknya. Dia selalu tampil untuk memecah kebuntuan dengan inovasi-inovasi hebatnya. Pemimpin jangan pernah berjalan sendiri, melepaskan diri dari rangkaian gerbong pengikutnya. Jangan pula lokomotif kepemimpinan lebih mempercayai gerbong lain diluar rel yang dilewati. Berbahaya…bos. Kepemimpinan adalah tanggungjawab besar tentang seluruh gerbong dan penumpangnya. Pemimpin sangat menentukan gairah-gairah gerbong itu bergerak maju. Semestinya, pemimpin selalu dan senantiasa menyuntikkan bahan bakar baru pada tangki energinya untuk menarik kuat gerbong kepemimpinannya. Pemimpin jangan sampai tertidur secuilpun untuk menjaga seluruh kemungkinan yang menjadi resiko perjalanan. Pemimpin siaga satu untuk memberikan perintah-perintah darurat pada kru-kru dekatnya atas segala kemungkinan yang bakal terjadi. Pemimpin harus memahami lebih banyak seluruh onderdil yang terlibat pada perjalanan jauh itu. Pemimpin jangan hanya terpulas diruang monitor dengan menutup mata semata. Pemimpin jangan suka terlambat dengan alasan apapun. Pemimpin jangan kabur duluan saat kereta berjalan dipagi hari. Pemimpin jangan pula suka mengumbar kelemahan dan kerusakan rangkaian kereta di stasiun lain. Pemimpin harus bisa berbagi dengan siapapun tentang suka duka perjalanan. Pemimpin adalah panutan dan teladan seluruh personil yang terlibat. Pemimpin selalu dengan buku catatan dan agenda hari esok. Pemimpin harus gerah dengan lingkungan yang panas dan gersang. Sehingga seluruh penumpang tidak kepanasan dan jenuh dengan stasiun yang dilewati. Pemimpin harus kukuh dengan janji dan segera menepatinya. Pemimpin adalah harapan terakhir dari seluruh catatan pengharapan. Sebaliknya, pemimpi selalu saja bertindak kebalikan dari harapan-harapan ini. Dengan ini, kiranya nyatalah bedanya antara seorang pemimpin dengan pemimpi. Semoga kita tidak terjerumus dalam kategori pemimpin yang selalu jadi pemimpi.

Naif….

NB. Hanya sebuah introspeksi diri semata…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: