Oleh: fahrymuda | Januari 27, 2010

HIGH AND LOW TRUST SOCIATY

Pernahkah kita amati tanda tangan (signature) kita ? coba amati seksama lagi. Sekurangnya akan kita temukan 2 (dua) gaya yang terbubuhkan. 1). Tanda tangan yang menyiratkan desaign nama yang kita wakilkan. 2). Tidak mendekati profil nama kita.

Sekilas ini biasa-biasa saja adanya. Tetapi jika kita analisa mendalam lagi maka ada beberapa kesimpulan yang bisa kita runut dengan melihat bubuh tanda tangan itu.

Signature model pertama (hanya contoh semata)

Signature model kedua (hanya contoh semata)

1) Tanda tangan yang bisa dibaca sesuai dengan pemilik tanda tangan itu, biasanya ini lahir dari tangan yang memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap orang lain, orang yang tidak ragu untuk mempertegaskan dirinya dengan tanda tangannya, orang yang biasanya percaya bahwa signature itu tidak akan ditiru oleh orang lain dalam rangka pemalsuan, plagiatisme dan orang yang lahir dari lingkungan masyarakat yang memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi (high trust sociaty).

2) Signature yang tidak mendekati profil nama kita, dengan maksud tujuan agar tanda tangan ini tidak mudah ditiru atau dipalsukan orang lain. Tanda tangan yang penuh prasangka dan was-was adanya. Ini biasanya lahir dari lingkungan dengan kepercayaan yang rendah terhadap komunitas yang didiaminya. Kecurigaan dan kekhawatiran lebih kuat mendominasi dalam mindset kehidupannya. Orang yang sulit mempermudah urusan-urusan yang sebenarnya sepele. Singkat kata, tanda tangan model ini biasanya terukir dari masyarakat yang memiliki kepercayaan pada orang lain yang relatif rendah (low trust sociaty).

Percaya atau tidak ini hanya pemetaan sederhana dari potret tanda tangan kita yang menjadi cap identitas keberadaan kita dalam interaksi dan pola hubungan kemanusiaan kita. Sesungguhnya ini tidak semuanya benar tetapi hanya terawang kepribadian semata yang ditelaah dari berbagai sumber buku-buku psykology terbaru.

Sekarang kita menyadari bahwa signature model pertama banyak dijumpai pada masyarakat barat (eropa) dan sekitarnya, yang entah secara kebetulan atau tidak memberi gambaran pada kehidupan barat yang serba terbuka dan rasional. Logika sederhananya adalah masyarakat barat telah melahirkan banyak ide-ide keterbukaan dan kejelasan identitas dirinya. Rasionalitas menjadi bumbu manis yang dianut. Memudahkan urusan sulit jadi mudah, pekerjaan susah dipermudah dengan penemuan teknology dan sains modern. Kita masih belum bisa menyangkal bahwa masyarakat barat banyak mempelopori penemuan-penemuan yang telah memudahkan urusan hidup kita saat ini. Hanya dari suatu yang sepele (tanda tangan/signature) ternyata bisa menggambarkan kondisi kehidupan komunitas tersebut berlangsung.

Sebaliknya, sinature model kedua kalau dicermati banyak dianut oleh masyarakat timur (asia/afrika dll) yang tertera pada arsip-arsip penting yang kita miliki. Meski ini bukan (justifikasi) pembenaran yang sempurna, tetapi sebagai sebuah koreksi diri maka model signature ini memberi kita penjelasan singkat akan kondisi masyarakat kita yang susah memberikan kepercayaan penuh pada orang lain. Kepercayaan kita pada sesama masih rendah. Kecurigaan kita lebih besar, was-was kita level tinggi, keterbukaan kita juga kecil. Kasus-kasus pemalsuan dokumen baik itu ijazah, akta, surat keputusan, surat-surat penting lainnya sering terdengar. Low trust sociaty benar-benar menjangkiti kehidupan kekinian masyarakat kita. Kehadiran pansus hak angket DPR RI salah satu citra buruk akan kondisi kehidupan yang memjerat lingkungan kita, entah kita yang tidak percaya pada para pengambil kebijakan atau sebaliknya para pengambil kebijakan itu telah membunuh kepercayaan kita sebagai rakyat.

Tanda tangan, ternyata dapat menggambarkan dengan singkat cara kita melakoni interaksi hubungan antar sesama. Semoga ini hanya sebuah teori yang salah semata.

Riem Marewo
Malang, Rabu 27 Januari 2010


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: