Oleh: fahrymuda | Februari 2, 2010

Berpikir Positif dan Negatif

Pikiran menentukkan cara pandang, point of views, eksistensi kepribadian, arah prilaku dan tata kerja yang kita jalani setiap waktu. Pikiranlah yang mengemudikan setir automatis mesin tubuh ini. Dengan pikiran pula, kita berjalan menempuh berbagai macam corak pilihan profesi, sikap, pilihan, kecenderungan dan pernik-pernik yang melekati kehidupan yang aneh unik ini. Dua hal yang mengedepan bila kita telaah jauh arah kemudi pikiran kita dihalaukan. Pikiran positif mendorong kita untuk melakukan hal-hal positif sebagai internalisasi  dan eksternalisasi buah pikiran yang kita anut. Sebaliknya, prilaku kita  bisa menjadi negatif oleh dorongan kuat pikiran-pikiran buruk negatif kita.

Berpikir Positif dan Negatif

Mari kita sedikit mendalami pikiran-pikiran positif dan negatif kita secara singkat adanya. Pikiran positif juga memiliki dampak negatif dan sebaliknya pikiran negatif kita kadang menyuguhkan efek positif juga. Ayo…kita kupas Negatifnya berpikir positif dan positifnya berpikir negatif.

Negatifnya Berpikir Positif  !

Banyak pakar tentang berpikir positif yang sudah saya baca, semuanya baik dan tidak ada yang tidak baik. Berpikir positif mulai dari hal-hal kecil hingga hal-hal besar dalam memahami dan berinteraksi dengan orang lain. Tetapi apakah berpikir positif nyaris tanpa kritik?. Tidak, kenyataannya bagi saya berpikir positif dalam kadar yang berlebihan akan menyebabkan banyak hal negatif.

Negatifnya berpikir positif itu antara lain, lengah, tidak waspada dan terdapat kecenderungan membiarkan begitu saja setiap hal tidak baik yang datang pada diri kita. Sekarang kita coba analogikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika semua warga Indonesia berpikir positif bahwa setiap kebijakan pemerintah itu untuk kebaikan, maka kemungkinan besar tidak akan terjadi kritik-kritik terhadap pemerintah. Bisa jadi pemerintah malah asik dengan dunia mereka sendiri, bisa jadi korupsi semakin merajalela dlsb. Misalnya kasus terhangat Bank Century, Jika semua rakyat Indonesia berpikir positif ” Ya sudah, kita terima saja kebijakan itu sebagai langkah baik untuk menyelamatkan bangsa dari krisis”. Kalau sudah begini, Pansus tidak akan ada. Tetapi apakah benar bahwa kebijakan itu untuk menyelamatkan dari krisis? inilah pertanyaan negatifnya. Maka muncullah Pansus untuk menelusuri jejak rekam uang sebesar 6,7 Trilyun Rupiah. Jadi tidak baik juga jika berpikir positif berlebihan.

Berpikir Positif baik dalam kadar yang sewajarnya, tidak terlalu kekanan banget sampai mentok. Berpikir positif bisa jadi malah dimanfaatkan orang lain karena kelengahan dan kebaikan kita yang terlalu berpikir positif. Yang mudah, jika kita berpikir positif berlebihan, segala sesuatu yang datang tidak baik kepada kita, cenderung membuat seorang pemikir positif menjadi melankolis. Misalnya begini, “Gagal” kata orang positif berlebihan akan menjadi “Oh saya sedang menunda kesuksesan, saat ini bukan hari yang baik buat saya, saya tahu karena ini adalah kesuksesan yang tertunda”. Kalau orang yang berpikir positif dalam kadar sewajar akan bilang “Saya Gagal, titik, ayo berusaha lagi”.

Positifnya Berpikir Negatif

Sebaliknya, menyinggung positifnya dari berpikir negatif yang sangat dihindari pada pemikir positif. Tentu saja saya akan menyampaikan bahwa berpikir negatif berlebihan tidak baik, tetapi berpikir negatif dalam kadar yang sewajarnya akan baik. Berpikir negatif akan membuat seseorang waspada, kritis dan selalu memikirkan hal lain yang tidak dipikirkan rata-rata oleh pemikir positif. Ini mungkin akibat berpikir kritis. Berpikir negatif bisa membuat kita tidak kecolongan. Misalnya banyak kasus hipnotis yang terjadi karena melihat orang tersebut baik. Terlena oleh penampilan, gaya bicara dan sikap yang manis.

Berpikir negatif memungkin kita mewaspadai semua orang baru kita kenal. Dengan menyisihkan sedikit saja berpikir negatif yang wajar ditengah berpikir positif yang berlebihan, akan memberikan dampak yang baik. Bisa jadi berpikir negatif juga adalah berpikir sebaliknya. Pikirkan hal-hal lain yang tidak dipikirkan para pemikir positif. Segala sesuatu pasti ada dua sisi, salah satu sisinya harus seimbang dengan sisi yang lainnya. Nah.. berpikir negatif dalam kadar yang wajar memungkinkan keseimbangan dalam berpikir positif.

Seperti Yin dan Yan saja, dimana kedua sisinya berdampingan tetapi tidak saling mengalahkan atau memenangi. Menyeimbangkan berpikir positif dengan negatif, rasanya bukan hal yang mustahil. Dengan berpikir kritis, setiap pemikir positif akan mendapatkan sisi lain yang sama bergunanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: