Oleh: fahrymuda | Juni 25, 2010

SULITNYA KULIAH LAGI

Saat ini saya berada pada waktu akhir sebuah proses belajar dikampus UB Malang. Demam bola mengingatkan saya pada injury time pada sepakbola. Target waktu memang molor dari rencana  yang saya catat awalnya. Kalau analogi sepakbola bisa membantu maka team saya saya ini tertinggal skor goal yang cukup telak. Harus ada usaha maksimal dan efektif untuk memenangkan pertandingan ini. Itu kalau mau eksis pada fase turnamen kehidupan berikutnya. Saya mesti meluangkan semua daya potensi yang ada untuk mengatur serangan dan bertahan dengan optimal. Pertaruhan harga diri dan masa depan sedang memasuki waktu sempit dan mendesak. Menunggu peluit panjang kehidupan yang juga panjang ini. Kerja keras dan ulet dibutuhkan untuk  keluar sebagai the winner of the games.

Kuliah dan Hidu Ini Sulit

Kuliah diprogram magister dengan bejibun tugas dan risetnya sangat menyesakkan saku dan pikiran. Sekedar penjelasan semata saya kuliah di kota Malang dengan kost-kostan bulanan tapi punya kontrakan bersama  keluarga isteri dan anak di Surabaya. Jarak yang bisa saya catat antara kedua bagian wilayah ini sekitar 90 Km. Lebih dari 2 jam perjalanan dengan sepeda motor dan itupun kalau tidak macet dikeramaian jalan. Biasanya daerah bencana lumpur Lapindo Berantas sekitar porong Sidoarjo sangat melelahkan dan juga menyebalkan.  Alhasil, saya selalu terlambat jika kuliah ke kota Malang ataupun pun pulang ke kota Surabaya.

Waktu yang mestinya bisa dihemat untuk keperluan lain akhirnya harus rela terbuang dan tercecer dijalanan. Biayapun berceceran raib ditelan keperluan yang semestinya bisa dihindari. Disisni saya bertaruh dengan kehidupan nyata itu. Sebuah kondisi yang melelahkan secara fisik dan juga psykis. Kelelahan yang nyata dalam arti harfiahnya.

Waktu berjalan sempurna merenggut banyak energi dan potensi sembari menyisakan banyak pula penggalan cerita yang belum sempurna kuraih. Sampai  hari ini, saya terperangkap oleh waktu injury time sebuah harapan. Waktu penentuan berakhirnya kuliah lagi yang sulit ini. Saat ini saya benar-benar lelah dan tak berdaya. Mencoba menfokuskan pikiran pada penyelesaian kuliah dengan keluarga yang juga butuh perhatian. Saya memegang dilema kehidupan. Kulia terbengkalai dan keluarga terabaikan. Keduanya sama-sama buruk.

Penelitian saya tentang isolasi dan identifikasi senyawa dari rumput laut alga coklat Sargassum cristaefolium juga membutuhkan pikiran yang fokus serta modal banyak. Sulitnya juga maksimal dirunut dari basis dasar keilmuan kimia yang dibutuhkan padahal saya bermodal pengetahuan budidaya perikanan/perairan. Meski tertatih saya mampu berjalan sejauh ini, semua agenda laboratorium semua sudah dilewati. Masalahnya sekarang membaca data kimia super sulit juga. Kimia organik dengan rimbunan rumus dan kerangka senyawa. Jujur saja, saya tersendat disini ini. Inilah problema yang masih coba saya pecahkan kini.

Inti masalahnya, saat ini saya berada diujung tanduk waktu yang membutuhkan kesigapan sikap dalam kondisi potensi dan energi terkuras. Inilah saat tersulit yang saya tempuh dalam garis lurus waktu kehidupanku.

Menulis ini saya lakukan untuk menyemati segenap jiwa dan menumbuhkan gairah juang yang kian luntur oleh kikisan problema sulit yang menghadap. “Sesungguh setelah kesulitan akan ada kemudahan” sebuat ayat suci Al Qur’an Al Karim yang menyadarkan bahwa pasti ada hikmah besar dibalik kesusahan besar yang berlangsung. Saya memasrahkan urusan ini pada takdir dan iradat Allah SWT setelah usaha yang telah digelar.

Dibalik hati ada gores penat yang dalam namun dilingkaran lubuk jiwa juga sematkan harapan-harapan baik akan segera mendekat dipintu gerbang waktu berjalan. Akhirnya, saya menengadah doa semoga badai ini hanyalah riak kecil ditengah samudera besar yang  terbentang dikehidupan sejati.

Wasssalam

Catatan Pinggir Hati

Segeralah Pakai Jubah dan Toga


Responses

  1. Totally awesome
    Numpang nangis boleh??
    sarappppppp

  2. haha….menangis menambah deritaku.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: